Kamis, 25 Juni 2020

Terjebak Kirim Foto Bugil dan Alat Vital, 3 Siswi smp dan sma asal Karanganyar Jadi Budak Nafsu.

Copy : http://raboninco.com/29BcV
Kasus kejahatan seksual dengan memanfaatkan sarana media sosial yang dilakukan pemuda berinisial AY alias Gombloh (24) asal Kampung Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, benar-benar keterlaluan.
Bermodus mengajak kenalan para siswi SMP dan SMA, pemuda yang bekerja serabutan itu sukses memperdaya 10 siswi dalam kurun setahun terakhir.
Para siswi itu kemudian dijebak dan dirayu untuk mengirimkan foto-foto bugil dan alat vital mereka. Berbekal foto panas itulah, pelaku kemudian merayu korbannya untuk diajak berhubungan badan.

Pelaku bahkan berhasil memaksa tiga korban untuk berhubungan badan dengan mengancam akan menyebarkan foto-foto seronok mereka.
Fakta itu diungkapkan Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi saat menggelar konferensi pers virtual atas penangkapan pelaku di Mapolres Karanganyar.
AKBP Leganek mengatakan aksi pelaku dilakukan sejak setahun lalu. Ia mengincar gadis-gadis belia yang duduk di bangku SMP dan SMA untuk diajak kenalan via facebook, instagram, dan twitter.

“Sejauh ini sudah ada sekitar 10 gadis-gadis ABG di bawah umur yang menjadi korban aksi cabul pelaku.Mereka mayoritas usia antara 14-17 tahun. Dari pengakuan tersangka, ada tiga korban yang sudah disetubuhi oleh pelaku karena ketakutan diancam foto bugil dan alat kelaminnya disebarkan dan diviralkan,” papar Kapolres.
Kapolres menguraikan sepak terjang Gombloh berakhir ketika korban terakhir, yakni salah satu siswi SMA berinisial VNQ (16) memberontak ketika dirayu dan diancam untuk berhungan intim.
Siswi salah satu SMA asal Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar itu akhirnya nekat melaporkan kasus itu ke Polres Karanganyar, Rabu (20/5/2020) lalu.
Sebelumnya, siswi berparas manis itu sudah terlebih dahulu masuk perangkap dan terbujuk rayuan dengan mengirimkan foto-foto alat kelamin serta foto tanpa busananya kepada pelaku.

“Jadi modus operandi pelaku ini, dia mencari mangsa ABG-ABG dan mengajak kenalan dengan mengirimkan pesan atau DM kepada korban memakai sarana Facebook, Instagram dan twitter.Setelah itu, seiring berjalannya waktu, tersangka kemudian merayu korban agar mengirimkan foto telanjang dan alat kelamin,” urai Kapolres.

Berbekal foto syur itu, tersangka kemudian menjerat korban dan mengajak untuk ketemuan.
Saat bertemu darat, tersangka baru melancarkan aksinya mengajak para korbannya untuk berhubungan intim.
Jika korban menolak, tersangka mengancam akan menyebarkan foto syur korban ke grup-grup komunitas FB yang ada.
(https://joglosemarnews.com/2020/05/terjebak-kirim-foto-bugil-dan-alat-vital-3-siswi-asal-karanganyar-jadi-budak-nafsu-dan-disetubuhi-pemuda-serabutan-asal-solo-satu-siswi-lolos-usai-nekat-melawan-pelaku-akhirnya-dijebak-balik-dan-di/)

Selasa, 23 Juni 2020

Ternyata Gadis SMP Diperkosa Oleh Guru Olahraga Adalah Calon Petinju

Seorang guru olahraga memperkosa muridnya sendiri yang masih duduk di bangku SMP. Gadis SMP itu diperkosa sampai hamil. Ternyata si gadis SMP itu calon petinju.

Aksi bejat pelaku dilakukan selama setahun terakhir dengan alasan saling menyukai. Kini guru SMP itu harus sudah ditangkap dan dipenjara di Kepolisian Karanganyar. Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi menuturkan unit PPA Satuan Reskrim Polres Karanganyar menangkap pelaku pada Kamis (18/6/2020) di Jalan Lawu Kabupaten Karanganyar.

Guru yang cabuli murid SMP di Karanganyar itu berinisial K, 60, warga Kabupaten Sragen. Dia bekerja sebagai guru olahraga di salah satu SMP swasta di Karanganyar.

Selain guru olahraga, K mengaku menjadi asisten pelatih tinju.

Dia bertemu dan dekat dengan korban, ER, 15, saat di sekolah. Pelaku mengaku menjalin hubungan layaknya kekasih dengan korban yang saat itu duduk di bangku kelas VIII SMP. ER lulus sekolah pada 2019 lalu.
ER juga mengikuti latihan tinju tempat K menjadi asisten pelatih. K sering menjemput ER saat hendak berlatih tinju di salah satu gedung olahraga di Kabupaten Sragen. Mereka berlatih setiap Rabu dan Sabtu.

Lelaki yang bekerja sebagai guru selama 30 tahun itu diduga menyalahgunakan kepercayaan orang tua ER. Dia menggunakan alasan menjemput korban ke rumah dan mengantar ke lokasi latihan.

Tetapi guru SMP di Karanganyar tersebut justru men-cabuli murid-nya di Alas Karet Kerjo. Perbuatan itu sudah dilakukan berulang kali selama satu tahun. Kali terakhir pada Maret 2020.
Kepada penyidik unit PPA Satreskrim Polres Karanganyar, K mengakui perbuatan tersebut dan mengklaim dilakukan tanpa paksaan.


"Jadi tidak setiap hari latihan tinju. Kadang saya ajak ke sana [hutan karet]. Saya tertarik karena sering ketemu dan bareng. Saya bujuk dia. Saya kasih boneka karena dia minta dibelikan boneka," tutur K saat ditanyai Kapolres, Senin (22/6/2020) kemarin.


Kapolres menggelar jumpa pers perihal kasus pencabulan tersebut di Mapolres Karanganyar pada Senin. Kapolres menjelaskan polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni obat nyamuk oles, bekas banner yang sering digunakan pelaku sebagai alas saat mencabuli korban di alas karet, pakaian, serta boneka beruang warna merah jambu. Polisi melengkapi barang bukti berupa visum et repertum dan identitas korban.

Kasus ini guru SMP di Karanganyar men-cabuli murid sampai hamil terungkap berdasarkan salah satu anggota keluarga korban. Pelapor diduga mengetahui korban hamil saat usia kandungan enam bulan.

"Kami terima laporan dari seseorang yang identitasnya kami lindungi [keluarga korban]. Kasus pencabulan anak di bawah umur dilakukan berulang kali kurang lebih selama satu tahun. Tersangka dan korban di bawah umur itu warga Sragen tetapi tempat kejadian di hutan karet Kerjo Karanganyar. Korban dan tersangka ini mantan guru dan murid.